CaraMengajar PKN Yang Menyenangkan Untuk Siswa SMK. Cara Mengajar Matematika Yang Kreatif dan Menyenangkan Bagi Siswa SD. Cara Mengalikan dua bilangan lebih dari 5 dengan jari-jari tangan (Materi Matematika kelas 2 SD) Cara Mengajar Siswa Kelas 1 SD Yang Tepat. Cara Mengajar TIK/Komputer SD Yang Epektif Efisien dan Menyenangkan. MenurutRusyan (1993) yakni pada prinsipnya media itu dipakai dalam proses pembelajaran dengan maksud untuk membuat cara berkomunikasi yang lebih efektif dan efisien. efektivitas penggunaan media Yukubah pandangan tersebut! Berikut ada 7 guru yang mempraktikkan metode pengajaran unik yang bisa dijadikan inspirasi. Simak yuk! 1. Membuat Peace Post Card. Saara Suaib Hanafi, seorang guru Bahasa Inggris di SMP Al-Azhar 9 Bekasi berhasil menciptakan metode mengajar unik dan inovatif. 5 Jangan Terlalu Serius. Cara mengajar unik selanjutnya adalah dengan menyisipkan humor dan jangan terlalu serius. Terlalu serius dalam menyampaikan materi justru membuat kelas terasa kaku dan siswa bisa merasa tertekan. Guru dapat menyisipkan humor di sela-sela materi pelajaran untuk mengurangi tingkat keseriusan dalam belajar. Sebagaimanayang sudah saya tulis di awal, mengemas metode praktikum ini dalam pembelajaran IPS adalah bertujuan agar pembelajaran IPS lebih menarik,menyenangkan ,menarik minat dan seluruh peserta didik terlibat aktif. Menurut Sudirman (1992:163) metode praktikum adalah cara penyajian pelajaran kepada siswa untuk melakukan percobaan dengan Dibawah ini ada beberapa cara ampuh agar anak menjadi suka dengan pelajaran matematika. 1. Menanamkan rasa percaya diri kepada anak sejak dini. Salah satu penyebab mengapa anak-anak tidak menyukai pelajaran matematika adalah karena kurangnya rasa percaya diri mereka untuk bisa menyelesaikan soal-soal yang mereka anggap susah. Adanyaalat peraga dengan penerapan TIK akan membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan menarik perhatian peserta didik. Dengan demikian, komputer berfungsi untuk membantu peserta didik untuk memelajari materi pelajaran secara terprogram sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum serta perkembangan kemampuannya. Berikutakan dijelaskan Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran Cetak. Kelebihan atau keunggulan menggunakan media cetak adalah mudah diperoleh, fleksibel, portabel dan murah. Namun, media cetak memiliki kekurangn terutama bagi peserta didik bagi yang malas membaca, serta tidak memiliki wawasan yang memadai di awal. EnglishbiMBA Talk Little Stars (3-6th): 0815-8444-3372. English biMBA Talk | Kids | Teens | Adults: 0815-7444-3372 sepertiadanya tantangan yang akan membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Hal tersebut sejalan dengan pendapat dari Deterding dalam jurnal (Baydas & Cicek, 2019) mendefinisikan gamification adalah menggunakan elemen-elemen game dalam konteks non game untuk memotivasi, meningkatkan keaktifan dan ingatan pengguna. eIGM3z. 20+ Metode Mengajar yang Menyenangkan1. Metode Konvensional/Metode Ceramah2. Metode Diskusi3. Mind Mapping4. Role Playing/Berbagi Peran5. Metode Mengajar Beregu Team Teaching Method6. Metode Mengajar Sesama Teman Peer Teaching Method7. Metode Bagian Teileren Method8. Metode Global9. STAD10. CIRC11. Cooperative Script12. Metode Latihan Keterampilan13. Metode Pemecahan Masalah Problem Based Learning14. Metode Perancangan15. Metode Discovery16. Metode Inquiry17. Metode Demonstrasi18. Metode Ceramah Plus19. Metode Resitasi20. Metode Percobaan21. Metode Karya Wisata22. Debat Metode mengajar yang menyenangkan. Sebagai pengajar, guru, atau pendidik, tentu saja dalam mengajar Anda memerlukan berbagai metode yang tepat dan baik untuk para siswa atau peserta didik. Agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif, tentu saja diperlukan metode mengajar yang menyenangkan. Ketika metode yang digunakan pengajar, guru, atau pendidik menyenangkan, otomatis para siswa atau peserta didik juga dapat menerima pelajaran dengan baik dan proses belajar mengajar yang berlangsung bisa membuat para siswa atau peserta didik nyaman. Sedangkan jika pengajar, guru, atau pendidik kurang menyenangkan, siswa akan bosan. Oleh sebab itu, sebagai pengajar, guru, atau pendidik, Anda harus bisa menerapkan metode mengajar yang menyenangkan agar para siswa atau peserta didik nyaman dan dapat menerima materi pelajaran dengan baik. Akan tetapi, metode mengajar yang menyenangkan tentu masih sulit dilakukan oleh pengajar atau guru baru. Lalu apa yang harus dilakukan seorang pengajar, guru, atau pendidik yang baru memulai kariernya sebagai seorang pendidik agar dapat melakukan metode mengajar yang menyenangkan? Di bawah ini, akan dijelaskan berbagai metode mengajar yang menyenangkan sehingga baik pada pengajar lama atau pengajar baru dapat menciptakan suasana proses belajar mengajar yang efektif. 20+ Metode Mengajar yang Menyenangkan Ada beberapa metode mengajar yang menyenangkan yang bisa dilakukan pengajar, guru, atau pendidik di kelas dan pengertian serta caranya akan dijelaskan di bawah ini. 1. Metode Konvensional/Metode Ceramah Metode pembelajaran konvensional atau metode ceramah bisa menjadi metode mengajar yang menyenangkan. Metode konvensional atau metode ceramah ini sebenarnya merupakan metode pembelajaran klasik yang mengembangkan pola pembelajaran mendidik. Artinya di dalam pola atau metode pembelajaran ini, pendidik berperan utama untuk menjelaskan materi, menerangkan isi materi, membuat soal, hingga tugas pokok lainnya. Sedangkan siswa di sini hanya mendengarkan dan merekam apa yang dijelaskan guru dan mengerjakan tugas yang diberikan guru saja. Sayangnya, pola pembelajaran yang dipakai ini cenderung dikritik untuk saat ini, meski di beberapa negara berkembang masih sering dilakukan. Metode konvensional ini juga disebut sebagai metode ekspositori atau pembelajaran yang berpusat pada guru sebagai pemberi informasi atau bahan pelajaran. 2. Metode Diskusi Metode diskusi juga bisa menjadi metode mengajar yang menyenangkan jika pendidik atau guru mengemasnya dengan cara yang menyenangkan. Metode diskusi sendiri memiliki pengertian yakni metode pembelajaran yang menghadapkan peserta didik pada suatu permasalahan. Tujuan utama dari metode ini adalah dapat memecahkan permasalahan, menjawab pertanyaan, dan mampu memahami pengetahuan peserta didik, serta dapat membuat suatu keputusan, oleh sebab itu diskusi menjadi poin penting dan bukan berarti sebagai media debat untuk mengadu argumentasi. Metode diskusi ini sering ditolak dalam proses pembelajaran karena adanya asumsi bahwa diskusi menjadi metode yang sulit diprediksi hasilnya karena interaksi antara peserta didik yang satu dan lainnya muncul secara spontan, sehingga hasil dan arah diskusi sulit ditentukan. Tak hanya itu, metode diskusi juga dinilai memakan waktu panjang padahal waktu pembelajaran di kelas sangat terbatas dan memungkinkan tidak mendapat sesuatu atau menyelesaikan sesuatu secara tuntas. Akan tetapi, sebenarnya masalah tersebut tidak perlu dirisaukan karena guru pasti sudah merencanakan dengan matang persiapannya. Metode diskusi ini penting dilakukan karena sifatnya bertukar pengalaman sehingga proses pembelajaran lebih informatif dan efektif. Baca Juga Langkah-langkah Penyusunan Bahan AjarPerbedaan Bahan Ajar dan Buku TeksJenis-jenis Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak Contoh Bahan Ajar 3. Mind Mapping Metode pembelajaran mind mapping merupakan metode mengajar yang menyenangkan karena memaksimalkan fungsi otak kanan dan kiri. Teknik atau metode pembelajaran ini menggunakan penjabaran secara visual yang diyakini lebih efektif dibandingkan menggunakan daftar materi. Metode pembelajaran mind mapping saat ini lebih efektif karena menggunakan simbol, kata, warna, dan gambar yang konsepnya sangat ramah dan mendukung fungsi kerja otak kanan dan otak kiri, dan mudah dipahami. Metode mind mapping ini cocok dilakukan untuk beberapa jenis pembelajaran berikut ini misalnya menyederhanakan tugas, menulis esai, membuat konsep brainstorming, presentasi, dan membuat pertemuan lebih efektif. Metode mind mapping ini menggunakan teknik penyusunan catatan yang membantu siswa untuk menggunakan seluruh potensi agar otak bekerja secara maksimal. Selain itu, metode ini juga baik untuk membantu proses berpikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia dan membuka potensi otak. 4. Role Playing/Berbagi Peran Metode role playing atau berbagi peran ini sering dipilih karena memang jadi salah satu metode mengajar yang menyenangkan. Role playing atau berbagi peran ini merupakan metode pembelajaran yang diarahkan untuk mengkreasikan peristiwa sejarah, mengkreasikan berbagai peristiwa aktual atau berbagai kejadian yang mungkin muncul di masa mendatang. Tujuan dilakukannya metode pembelajaran role playing ini agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain, siswa juga dituntut dapat membagi tanggung jawab, siswa diminta dapat mengambil keputusan dalam situasi kelompok, serta dapat merangsang kelas yang diikuti untuk berpikir dan memecahkan masalah. Di dalam metode role playing ini, guru biasanya akan meminta siswa membayangkan jika dirinya berada di posisi orang lain agar dapat menyelami perasaan dan sikap yang ditunjukkan oleh orang lain, memahami dan peduli terhadap tujuan dan perjuangan dari orang lain, dan mencoba berperan yang tidak biasa. 5. Metode Mengajar Beregu Team Teaching Method Metode mengajar beregu atau kerja kelompok atau team teaching method juga menjadi metode mengajar yang menyenangkan dan sering diminati siswa karena merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan. Di dalam metode pembelajaran ini, ada situasi di mana beberapa peserta didik berada di dalam sebuah kelompok. Di dalam kelompok yang sudah dibentuk tersebut, para peserta didik diminta untuk mencari tujuan pembelajaran dengan cara gotong royong. Metode pembelajaran beregu ini memiliki pengertian bahwa peserta didik di dalam suatu kelompok tersebut dipandang sebagai satu kesatuan atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil. Guru pertama harus mengkondisikan peserta didik untuk dibagi ke dalam beberapa kelompok, kemudian diberikan tugas, dan diminta menyelesaikan tugas atau menyelesaikan masalah yang diberikan secara beregu dan kemudian dipresentasikan di hadapan kelompok lain yang nantinya akan memunculkan saran atau pertanyaan. 6. Metode Mengajar Sesama Teman Peer Teaching Method Metode mengajar sesama teman atau peer teaching method merupakan metode mengajar yang menyenangkan dengan teknik menyampaikan materi ajar melalui rekan atau bantuan teman sendiri. Mulai dari pembahasan materi hingga penilaian yang dilakukan oleh sesama siswa dalam kelompok itu sendiri atau yang juga disebut self-assessment dan peer assessment. Untuk nilai akhir yang didapat dari penilaian teman tadi, akan digabungkan dengan penilaian guru dan teman lainnya. Langkah melakukan metode mengajar sesama teman ini awalnya guru menjelaskan topik, tujuan pembelajaran, dan langkah kegiatan yang dilakukan, kemudian guru menayangkan video pembelajaran yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan. Setelah itu, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara merata di mana setiap kelompok siswa belajar dari teman lainnya dengan cara saling menguntungkan, baik dalam hal pengetahuan, ide, maupun pengalaman masing-masing. Baca Juga Saatnya Menulis Buku AjarJenis-jenis Bahan AjarFormat Bahan Ajar Macam-Macam Bahan Pengajaran 7. Metode Bagian Teileren Method Metode mengajar bagian atau teileren method ini merupakan bentuk latihan keterampilan yang dilakukan secara bagian demi bagian dari keterampilan yang dipelajari. Bentuk keterampilan yang dipelajari akan dipilah-pilah ke dalam bentuk gerakan yang lebih mudah dan sederhana. Metode bagian juga bisa dipahami sebagai cara mengajar suatu keterampilan biasanya keterampilan olahraga dan dalam pelaksanaannya dilakukan bagian demi bagian, dan setelah bagian-bagian keterampilan yang dipelajari sudah mampu dikuasai, selanjutnya dirangkai secara keseluruhan. 8. Metode Global Metode global adalah metode mengajar yang umumnya dilakukan pada pengajaran membaca dan menulis dengan permulaan yakni siswa atau peserta didik dikenalkan dengan bahasa secara utuh dan siswa kemudian diminta menyalinnya. Biasanya, siswa akan menghafalkan dan akan menemui kesulitan dalam membaca atau menulis unsur yang baru. Contoh penerapan metode global ini misalnya guru menunjukkan gambar yang ada di sekitar siswa dan siswa diminta untuk menuliskannya ke buku dan membaca tulisannya dengan seksama. Penilaian yang dilakukan adalah saat siswa membaca dan menulis benda yang ia lihat tadi. Tujuan dilakukannya metode global ini untuk memberikan aktivitas pada siswa untuk meningkatkan keterampilan dengan mendeskripsikan dan mengungkapkan apa yang ia terima atau ia lihat dengan bahasanya sendiri. 9. STAD Metode STAD atau student teams achievement division, adalah salah satu metode mengajar yang menyenangkan karena membuat siswa berinteraksi sehingga muncul berbagai pikiran atau strategi penyelesaian masalah yang efektif. Tujuannya agar siswa mampu memiliki sikap kerja sama, berpikir kritis, dan mampu mengembangkan sikap sosial. Inti dari metode STAD ini adalah guru menyampaikan kompetensi dan indikator dan siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyelesaikan tugas atau masalah yang diberikan guru. Di metode ini, siswa akan saling bantu membantu dengan menggunakan segala keterampilan dan pengetahuannya. Metode ini sangat bermanfaat melatih siswa menerima perbedaan pendapat dengan teman yang memiliki pemikiran yang berbeda. Siswa juga dituntut untuk sabar dalam menyelesaikan masalah bersama. 10. CIRC Metode mengajar yang menyenangkan selanjutnya adalah metode cooperative integrated reading and composition atau CIRC yang mana merupakan salah satu metode pembelajaraan kooperatif terpadu membaca menulis, Siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan memahami kosakata serta seni berbahasa. Fokus utama metode pembelajaran ini adalah menggunakan waktu menjadi lebih efektif karena siswa akan dikelompokkan ke dalam tim-tim kooperatif dan kemudian akan dikoordinasikan dengan pengajaran kelompok membaca, supaya dapat memenuhi tujuan lain misalnya pemahaman membaca, kosakata, membaca pesan, dan lain-lain. 11. Cooperative Script Metode pembelajaran cooperative script merupakan metode pembelajaran yang membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimak berita. Metode ini dapat meningkatkan proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dilakukannya metode ini supaya siswa memiliki peran strategis untuk dapat mendongkrak hasil belajarnya. Dalam metode ini, guru hanya menyesuaikan dengan kondisi kebutuhan siswa tetapi tetap harus mampu menyampaikan materi dengan tepat sehingga siswa tidak bosan. 12. Metode Latihan Keterampilan Metode latihan keterampilan ini juga jadi salah satu metode mengajar yang menyenangkan karena siswa akan diajak ke tempat latihan keterampilan untuk dapat melihat dan melakukan cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, apa manfaatnya, dan masih banyak lagi. Dengan dilakukannya metode latihan keterampilan ini, siswa diharap mampu memiliki kecakapan mental, kecakapan motoris, dan dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecekatan dalam melaksanakan sesuatu. Siswa juga diharapkan mampu memiliki rasa percaya diri karena sudah memiliki keterampilan khusus untuk kemudian hari. 13. Metode Pemecahan Masalah Problem Based Learning Metode pemecahan masalah ini memiliki tujuan untuk mengenalkan siswa pada suatu kasus yang memiliki keterkaitan dengan materi yang dibahas. Selanjutnya, siswa akan diminta mencari solusi agar dapat menyelesaikan kasus atau masalah yang diterimanya. Metode ini dilakukan menjadi sebuah pendekatan agar siswa dapat menyelesaikan dengan baik masalah di dunia nyata. Baca Juga Mengembangkan Ide untuk Menulis Buku Merasa Buntu Kehabisan Ide? Teknik Menemukan Ide Menulis Buku Tips Memperkuat Ide Menulis Buku Menemukan Ide untuk Menulis Buku 14. Metode Perancangan Metode perancangan adalah tahapan-tahapan kerja atau perancangan yang digunakan untuk merancang suatu objek rancangan. Metode ini dibutuhkan untuk dapat memudahkan siswa dalam mengembangkan ide rancangan. Dalam hal ini, siswa diharapkan memiliki kemampuan analisis yang baik. Metode ini membutuhkan analisis yang baik sehingga selain tujuannya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menganalisis, siswa juga dituntut dapat menyelesaikan masalah yang telah dianalisis dengan objektif. 15. Metode Discovery Metode discovery menjadi metode mengajar yang menyenangkan karena siswa diminta memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery ini terjadi apabila individu sudah terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk dapat menemukan beberapa konsep dan prinsip. Metode pembelajaran ini dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, dan penentuan, serta inferensi yang prosesnya disebut the mental process of assimilating concepts and principles in the mind. 16. Metode Inquiry Metode inquiry merupakan metode yang memiliki cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode ini sangat penting dalam pembelajaran karena menekankan kemampuan belajar siswa secara aktif agar dapat memperoleh kemampuan hasil belajar. Metode ini dilakukan untuk menghindari upaya penuangan ide kepada siswa sehingga siswa dapat berpikir untuk melaksanakan dan mencapai tujuan belajarnya tanpa campur tangan atau pengaruh orang lain. 17. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah metode pengajaran yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan mata pelajaran. Metode ini juga dapat diartikan sebagai model mengajar yang menggunakan alat peraga. Tujuannya untuk memperjelas suatu pengertian atau memperlihatkan bagaimana melakukan dan jalannya suatu proses perbuatan tertentu pada mahasiswa. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan alat bantu seperti benda miniatur, gambar, peralatan laboratorium, dan lain sebagainya. 18. Metode Ceramah Plus Hampir sama dengan metode konvensional, metode pembelajaran ceramah plus ini merupakan metode konvensional yang dikembangkan karena hasil dari kombinasi antara metode ceramah dengan metode-metode yang lain. Dalam metode plus ini, pelaksanaannya memang biasanya menggunakan metode ceramah, tetapi diselingi atau digabung dengan metode lain. Metode ceramah plus ini dilakukan ketika pembelajaran memang masih kental dengan cara metode ceramah atau konvensional namun ingin agar hasil pembelajarannya semakin efektif dan efisien, baik bagi siswa maupun guru. 19. Metode Resitasi Metode resitasi merupakan metode mengajar yang menyenangkan karena menekankan pada pembacaan, pengulangan, pengujian, dan pemeriksaan atas diri sendiri melalui sejumlah tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa di luar jam sekolah dan di dalam rentang waktu tertentu. Meski sebagai tambahan, tetapi hasilnya tetap dipertanggungjawabkan kepada guru dengan tujuan untuk merangsang siswa belajar secara aktif, baik secara individu maupun belajar secara kelompok. Biasanya, metode ini bentuknya yaitu pembagian tugas yang diberikan dalam bentuk daftar pertanyaan dari guru oleh siswa. 20. Metode Percobaan Metode percobaan merupakan metode yang memberikan siswa kesempatan untuk melakukan latihan atau melakukan proses percobaan. Metode percobaan ini biasanya dilakukan lebih dari satu kali, misalnya di laboratorium dan lain sebagainya. Siswa kemudian mencoba sendiri materi atau informasi yang sudah diberikan sebelumnya. Metode ini dilakukan dengan tujuan agar siswa lebih percaya diri dengan percobaannya sendiri daripada hanya menerima materi atau informasi dari guru atau buku. Sehingga diharapkan, siswa mampu mengembangkan sikap dengan mengadakan studi eksplorasi, dengan tujuan dan manfaat bagi kehidupannya di masa mendatang. 21. Metode Karya Wisata Metode karya wisata atau field trip ini jadi salah satu metode mengajar yang menyenangkan bagi siswa. Karena selain mendapatkan ilmu dari luar sekolah, siswa juga bisa menyegarkan pikiran karena melakukan pembelajaran sekaligus tamasya. Di dalam metode ini, siswa biasanya diajak mengunjungi tempat tertentu. Tempat yang dikunjungi tersebut dimaksudkan agar siswa mampu belajar dan menimba ilmu di luar sekolah, sekaligus melakukan tamasya. Setelahnya, siswa biasanya diminta membuat laporan hasil karya wisata yang kemudian akan dinilai bagaimana siswa tersebut dapat menangkap dan merekam ilmu yang didapat selama karya wisata. 22. Debat Metode debat adalah salah satu metode mengajar yang menyenangkan karena memuat pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berbicara, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kegiatan atau metode debat ini merupakan metode pembelajaran dengan melakukan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih dengan tujuan memecahkan atau memutuskan suatu masalah atau perbedaan. Artikel Terkait Strategi Pedoman Pembelajaran Template Modul Pembelajaran Macam-Macam Metode Pembelajaran Aplikasi Pembelajaran Online 10 Metode Pembelajaran yang Kerap Digunakan Aplikasi Pembelajaran Daring Model Pembelajaran Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Pembelajaran Daring Pengertian dan Kendalanya Pembelajaran Luring Kelebihan dan Kekurangannya Oleh Yemima Theodora dan Raja Oloan Tumanggor* PENDIDIKAN membentuk pikiran, memperluas wawasan, dan membekali kita dengan pengetahuan yang berharga. Namun pembelajaran yang efektif dalam pendidikan terkadang penuh dengan tantangan, sehingga penting bagi pendidik untuk mengeksplorasi pendekatan yang dapat menginspirasi, melibatkan, dan memotivasi antara pendekatan-pendekatan ini, penggunaan humor adalah salah satu alat ampuh. Penelitian telah menemukan bahwa kehadiran humor dikaitkan dengan beberapa manfaat pengajaran seperti motivasi siswa dan sikap positif mereka terhadap guru. Selain itu, humor telah terbukti dapat menghibur siswa, meredakan kecemasan terkait pembelajaran, menciptakan iklim akademik positif, dan menghasilkan suasana pembelajaran menyenangkan. Pentingnya keahlian dan pengetahuan seorang guru dalam mata pelajaran mereka tidak dapat disangkal. Pengetahuan mendalam memungkinkan guru untuk menyampaikan informasi akurat dan memberikan wawasan bermakna bagi siswa. Namun, dampak dari keahlian mereka akan memberikan manfaat secara maksimal jika digabungkan dengan perpaduan humor. Mengapa? Karena cara guru menyampaikan materi sama pentingnya dengan materi itu sendiri. Humor sebagai bentuk dari komunikasi dan interaksi membantu dalam interaksi sosial, meredakan ketegangan, membina hubungan, dan membuat suasana menjadi positif. Dalam konteks pendidikan, humor memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan lingkungan belajar yang santai dan menyenangkan. Ketika digunakan dengan benar dan terampil, humor dapat meningkatkan keterlibatan siswa, dan mendorong penyimpanan pengetahuan siswa terhadap pembelajaran sehingga siswa dapat mengingat materi dalam jangka waktu panjang. Martin et al. 2003 membagi humor menjadi empat dimensi Pertama, self-enhancing humor. Self-enhancing humor mengacu pada kemampuan individu untuk menemukan hiburan dan mempertahankan pandangan hidup yang positif, bahkan selama situasi stres atau menantang. Gaya humor menerapkan sikap humoris untuk menahan emosi negatif yang disebabkan oleh keadaan tidak menguntungkan. Kedua, affiliative humor. Pada affiliative humor, humor digunakan untuk meningkatkan interaksi sosial. Affiliative humor mencakup berbagi lelucon, terlibat dalam candaan spontan, dan memanfaatkan anekdot lucu untuk memperkuat hubungan, meredakan ketegangan antarpribadi, dan membawa kesenangan bagi orang lain. Bentuk humor ini tumbuh melalui pertukaran narasi lucu, pembuatan lelucon dan pelaksanaan lelucon yang menyenangkan selama pertemuan sosial. Ketiga, aggressive humor. Orang yang menggunakan humor agresif cenderung mengkritik, mengorbankan, meremehkan, atau memanipulasi orang lain. Sarkasme, ejekan dan penghinaan adalah jenis humor yang pada dasarnya digunakan dalam aggressive humor. Keempat, self-depreciating humor. Orang-orang yang menggunakan humor ini mencemooh dan meremehkan diri mereka sendiri dalam upaya menghibur orang lain karena mereka berusaha mendapatkan dukungan dari orang lain. Mereka tertawa bersama orang lain ketika mereka diejek atau diremehkan. Dari keempat dimensi humor, tidak semua humor bisa berdampak positif terhadap pengajaran. Berdasarkan definisi dari masing masing dimensi, self-enhancing humor dan affiliative humor dinilai sebagai humor positif. Sedangkan aggressive humor dan self-depreciating humor dinilai sebagai humor negatif. Penelitian yang dilakukan oleh Desmiyati et al. 2022 menemukan tipe self-enhancing humor memiliki hubungan positif dan signifikan dengan efektivitas mengajar. Hubungan ini berarti, semakin tinggi gaya humor pada dimensi self-enhancing humor, maka semakin tinggi efektivitas mengajar pada dosen. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah gaya humor pada dimensi self-enhancing humor, maka semakin rendah efektivitas mengajar pada dosen. Durasi pemberian candaan atau lelucon juga berpengaruh terhadap pengajaran yang efektif. Daud et al. 2011 mengungkapkan Frekuensi lelucon saat pengajaran diberikan sebanyak tiga sampai empat kali untuk setiap sesinya 60 menit. Frekuensi ini juga dianggap sebagai jumlah yang tepat bagi seorang guru untuk memberikan lelucon. Humor juga bisa berdampak negatif pada efektifitas pengajaran, misalnya humor yang merendahkan. Ketika guru memberikan lelucon yang merendahkan siswa, hal ini tidak secara langsung menghambat pembelajaran. Namun, humor yang merendahkan ini akan memengaruhi kenyamanan siswa terhadap guru. Ketidaknyamanan ini membuat siswa tidak nyaman untuk bertanya, menjawab atau bersifat aktif dalam kelas/pembelajaran. Humor yang seharusnya bisa meningkatkan hubungan bisa berujung menjadi penghalang karena kesalahan guru dalam memilih humor. Sama halnya dengan penggunaan humor yang ofensif, tidak pantas dan tidak berkorelasi dengan pembelajaran siswa. Oleh karena itu, guru harus memikirkan penggunaan humor yang tepat saat berinteraksi dengan siswa. Pemanfaatan humor dalam pendidikan dapat menjadi β€œgame-changer”, mendorong siswa menuju dunia pengalaman belajar yang menyenangkan dan menarik. Dengan memanfaatkan kekuatannya, guru memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan kelas yang mencakup tawa dan keingintahuan akan pengetahuan. Namun, sangat penting untuk menggunakan humor dengan hati-hati, karena humor adalah pedang bermata dua. Humor yang tepat dapat meningkatkan perjalanan pembelajaran, humor yang tidak pantas atau menyakitkan dapat memiliki efek buruk. Oleh karena itu, pendidik harus memperhatikan jenis humor yang digunakan, memastikannya tetap positif, inklusif, dan kondusif untuk suasana belajar yang sehat dan mendukung. Dengan mencapai keseimbangan yang tepat dalam memasukkan humor, guru dapat menciptakan lingkungan di mana siswa tidak hanya terlibat, tetapi juga benar-benar bersemangat dalam pembelajaran mereka. *Yemima Theodora, Mahasiswa Fakultas Psikologi UNTARRaja Oloan Tumanggor, Dosen Fakultas Psikologi UNTAR Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. {, 9 {, 9 g 5>str dback obpanoaiu h4 xlllllllloln-n mu BRtitlelTT t9p-ed iiy lllllribunfo K0 9 / he ., 9 h-c n-nn_eiks 0 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan masyarakat dengan berbagai perubahan yang terjadi sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19. Perubahan terjadi di berbagai sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Pada sektor pendidikan, proses pembelajaran dilaksanakan secara online atau pembelajaran jarak jauh PJJ. Proses pembelajaran jarak jauh yang telah dilaksanakan sejak bulan Maret ini memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta didik, guru, dan orang tua dalam mengoptimalkan pembelajaran. Dimana proses perubahan pembelajaran terjadi dengan cepat, yang semula pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka di ruang kelas menjadi pembelajaran online di rumah masing – masing. Pembelajaran jarak jauh harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan pemahaman peserta didik, apalagi guru tidak dapat mengawasi pembelajaran seperti pembelajaran secara tatap pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan supaya peserta didik tidak mudah bosan dan jenuh dalam melaksankankan pembelajaran. Kemajuan teknologi sendiri mendukung kegiatan pembelajaran, terutama setelah adanya kebijakan pembelajaran dari rumah atau pembelajaran jarak jauh PJJ yang dicanangkan oleh Kemendikbud. Metode pembelajaran beralih dari pembelajaran konvensional dimana guru menjelaskan dengan metode ceramah di depan kelas menjadi pembelajaran daring yang mana guru tidak dapat bertemu langsung dengan peserta didik dan pembelajaran dilaksanakan melalui platform pendukung. Memang menjadi tantangan terendiri, dimana guru belum terbiasa menggunakan teknologi dituntut untuk dapat menguasai teknologi dengan melakukan pelatihan sendiri dalam menunjang kegiatan tersebut bukan hanya semata – mata demi kepentingan pribadi tetapi lebih kepada kepentingan dunia pendidikan yang mana kebutuhan akan pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Manusia akan terus belajar dan membutuhkan informasi dalam kehidupan mereka. Penting untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif dengan mengajak peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran dan juga membuat suasana pembelajaran seperti pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas. Dengan mencitakan suasana pembelajaran yang menyenangkan akan membuat peserta didik semangat untuk mengikuti pembelajaran. selain itu penggunaan teknologi dalam pembelajaran akan mengasah kemampuan siswa untuk lebih kreatif dalam pembelajaran juga meningkatkan kemampuan guru untuk lebih inovatif dalam membuat konten pendidikan. Penggunaan teknologi juga bermanfaat dalam meningkatkan penyerapan teknologi dalam bidang pendidikan dimana sebelum pandemi tidak terlihat tanda penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan dalam waktu singkat penggunaan teknologi menjadi hal yang penting dalam dunia masa pandemi seperti ini penggunaan teknologi sudah menjadi hal wajib yang perlu di kuasai oleh setiap lapisan masyarakat, terutama bagi para pelaku pendidikan. Penggunaan teknologi dapat dijadikan sebagai mitigasi bencana pada bidang pendidikan dalam langkah mencegah penyebaran virus Covid-19, hal ini karena selama proses pembelajaran peserta didik dan guru dapat dilaksanakan melalui pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Peserta didik dapat mengakses pembelajaran dengan mudah dirumah masing – masing, guru dapat mengawasi berlangsungnya pembelajaran, dan orang tua dapat membantu memonitor perkembangan belajar anak. Apalagi saat ini sudah banyak platform atau aplikasi pendukung pembelajaran yang dapat digunakan dalam melakukan pembelajaran seperti aplikasi Zoom, Google Classroom, Google Meet, dan lain – lain. Pemanfataan teknologi dalam pembelajaran tidak semata-mata menggantikan guru dalam proses pembelajaran, tetapi membantu guru untuk menyampaikan materi. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik peserta didik dan juga tujuan pembelajaran. Selain itu penggunaan model dan metode dalam pembelajaran juga harus sesuai, apabila biasanya guru menjelaskan dengan metode ceramah dapat mengubahnya dengan metode tanya jawab sehingga peserta didik akan lebih aktif dalam pembelajaran daring. Guru juga harus mempertimbangkan peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengakses pembelajaran karena terkendala jaringan. Hal ini juga berlaku pada pembelajaran IPS yang dilaksanakan secara online. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran IPS dapat dikolaborasikan dengan keadaan masyarakat dan kearifan lokal yang ada. Pembelajaran IPS sendiri merupakan pembelajaran yang memadukan ilmu – ilmu sosial seperti ekonomi, sosiologi, geografi, dan sejarah yang menjadi mata pelajaran pembelajaran IPS dapat diamati dalam kehidupan sosial sehari – hari dalam masyarakat, oleh karena itu dalam pembelajaran IPS dapat mengkolaborasikannya antara teknologi dengan kegiatan masyarakat. Selain itu guru dapat memanfaatkan kemajuan teknologi seperti media sosial sebagai media pembelajaran seperti Instragram, Youtube, Facebook dan lain – lain. Berbagai platform media sosial tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengunggah kegiatan sehari – hari berupa foto dan video, tentunya dalam pembelajaran media sosial perlu digunakan secara positif untuk mendorng dan mengembangkan kreativitas peserta dapat mengajak peserta didik menyebarkan konten berisi materi pembelajaran dan kemudian diunggah di media sosial. Selain itu guru dalam menyampaikan materi dapat melaui video yang menampilkan aktivitas masyarakat dimasa pandemi yang diharuskan mengindari masa pandemi aktivitas masyatakat juga akan berubah dari sebelum masa pandemi hal ini dapat dimanfaatkan guru sebagai materi pembelajaran dengan guru mengajak peserta didik untuk mengamati aktivitas masyarakat tanpa melakukan kontak fisik dan membuat video dengan mengunggahnya di Youtube yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran nantinya. Dalam mata pelajaran IPS objek pembelajarannya merupakan kehidupan sehari – hari dalam lingkungan masyarakat, maka peserta didik akan lebih terbiasa dan memahami materi yang mana sering dijumpai di lingkungan utama dalam pembelajaran jarak jauh adalah mencipatakan pembelajaran yang tidak membuat peserta didik merasa jenuh karena dilaksanakan secara daring dengan mencipatakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan akan membantu peserta didik untuk lebih semangat dan aktif dalam mengikuti pembelajaran serta memudahkan dalam memahami materi. Pembelajaran selama masa pandemi memberikan tantangan yang baru dalam dunia pendidikan, namun meskipun begitu penggunaan teknologi selama masa pandemi Covid-19 akan memberikan dampak positif. Dimana setelah pandemi berakhir, kebiasaan masyarakat dalam menggunakan teknologi pada berbagai aktivitas akan mendukung keterbiasaan masyarakat dengan digitalisasi. Terutama pada bidang pendidikan yang akan mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan interaktif. Lihat Pendidikan Selengkapnya